Konsep dan Teknik Capital Budgeting

3 Nov

Konsep dan teknik

Capital budgeting

Capital budgeting mempunyai arti yang penting bagi perusahaan karena :

  1. Dana yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka waktu yang lama, sehingga perlu diperhitungkan secara cermat untung ruginya.
  2. Kebutahan dana harus diperhitungkan secara tepat karena jika dana yang tersedia melebihi kebutuhan akan menimbulkan beban tetap tambahan. Sebaliknya jika dana yang tersedia kurang dari seharusnya, mengakibatkan kegiatan produksi akan terganggu karena tidak didukung oleh peralatan yang cukup.
  3. Capital Budgeting bersangkutan dengan pengeluaran dana untuk pembelian aktiva tetap dan pengeluaran lain untuk jangka panjang yang tergolong dalam capital expenditure (pengeluaran modal).

Investasi dalam proyek yang baru, yang menyangkut dalam aktiva tetap, terutama dalam pembelian alat-alat produksi, harus diperhitungkan secara seksama. Sebab apabila sudah dijalankan, tetapi kemudian terjadi kekeliruan perhitungan, sukar untuk menariknya kembali.

Investasi proposal dibedakan dalam beberapa katagori yaitu :

  1. Replacement atau investasi penggantian
  2. Expansion investmen atau investasi untuk perluasan
  3. New product activities atau memperluas usaha baru guna memproduksi jenis produk yang baru.

        Untuk memilih salah satu atau lebih dari beberapa alternatif investasi yang mungkin dilakukan atau diterima, ada beberapa kriteria investasi (metode pemilihan), yang digunakan sebagai alat analisis yaitu :

  1. Net Present Value Method (NPV)
  2. Internal Rate Return Method (IRR)
  3. Pay Back Period Method (PBP)
  4. Average Rate of Return method (ARR)

Net Present Value method, konsep Net Present Value merupakan model yang memperhitungkan pola cash flows keseluruhan dari suatu investasi dalam kaitannya dengan waktu, berdasarkan discount rate tertentu.

Dalam konsep ini ada beberapa dasar perlu dipahami :

  1. Pengertian present value atau nilai sekarang
  2. Pengertian cash flow, cash flow atau proceeds adalah earning after plus taxes depresiasi ada juga yang menyebutnya dengan net cash flows.
  3. Net investmen (outlay)

Bentuk investasi yang merupakan cash out flows yang dapat dibedakan dalam dua kelompok yaitu :

  1. Capital expenditure yaitu jenis pengeluaran yang memberikan manfaat jangka panjang seperti pembelian tanah,  mesin-mesin, bangunan dan aktiva tetap lainnya yang sering disebut dengan istilah outlay.
  2. Revenue expenditure yaitu jenis pengeluaran yang diperhitungkan sebagai biaya seperti: biaya material, tenaga kerja, biaya pabrik dan lain sebagainya

Contoh :

4 tahun yang lalu dibeli mesin dengan harga 100.000 usia teknis 10 tahun. Diperkirakan mesin ini bila dijual sekarang akan laku 110.000. Capital gain tax rate 30 % dan  normal tax rate 50 %. Mesin baru bila dibeli akan diperoleh dengan harga 200.000 biaya pemasangan 50.000 berapa besarnya net investmen ?

Capital gain (keuntungan atas penjualan aset)

110.000-100.000 = 10.000

Nilai buku mesin lama = 100.000 – 40.000 = 60.000

Normal gain (nilai yang sudah dipakai = 40.000

Total pajak yang harus dikeluarkan :

Capital gain : 10.000 x 30 %      =    3.000

Normal gain : 40.000 x 50 %      =  20.000

                              Total        = 23.000

Menentukan net invesment

Harga mesin baru                     =      200.000

Biaya pemasangan                   =      50.000 +

                                                      250.000

Proceed atas penjualan

Asset lama                               =      110.000 -

                                                      140.000

Pajak penjualan assets              =        23.000  +

Net investmen                          =      163.000

Kriteria yang dipakai untuk menolak atau menerima suatu investasi bila digunakan NPV sebagai basis seleksi ialah, diterima bila NPV adalah positif atau  Provitabiliti Index (PI) lebih besar dari satu, dan sebaliknya.

Contoh :

Proyek A dan B membutuhkan investasi sebesar  800.000 pola cash flows untuk masing-masing proyek diperkirakan sebagai berikut :

Tahun

Proyek A

Proyek B

1

400.000

100.000

2

400.000

200.000

3

200.000

200.000

4

100.000

200.000

5

-

300.000

6

-

400.000

Proyek manakah yang paling menguntungkan bila diperhitungkan atas dasar konsep net present value. Discount rate diperhitungkan 8 %

Pemecahan :

Tahun

Proyek A

8 %

Pv

1

400.000

0.926

370.400

2

400.000

0.857

342.800

3

200.000

0.794

158.800

4

100.000

0.735

73.500

Total present value

945.500

Net investmen

800.000

NPV

145.500

(b/c ratio ) 945.500 = 1,18

                    800.000

Tahun

Proyek B

8 %

Pv

1

100.000

0.926

92.600

2

200.000

0.857

171.400

3

200.000

0.794

158.800

4

200.000

0.735

147.000

5

300.000

0.681

204.300

6

400.000

0.630

252.000

Total present value

1.026.100

Net investmen

800.000

NPV

226.100

(b/c ratio ) 1.026.100 = 1,28

                    800.000

Dari hasil perhitungan diatas, proyek B lebih menguntungkan, karena NPV yang lebih besar  dan benevit cost ratio juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan proyek A tetapi kedua proyek tersebut dapat diterima karena NPV dan b/c rationya sama-sama positif

Internal Rate of Return Methode (IRR)

Prinsip dari konsep Internal Rate of Return adalah bagaimana menentukan discount rate yang dapat mempersamakan present value of of proceeds dengan outlay.

Sehingga pada keadaan ini net present  valuenya = nol. Dalam hal ini ada hubungan antara konsep NPV dengan IRR. Konsep NPV, mencari NPV pada discount rate tertentu, sedangkan konsep IRR, justru mencari Discount Rate yang diinginkan.

Proyek A dengan trial and error discount rate : 8%, 15 %, 17 % dan 18 %

Disecount rate 8 %

N

Df

Proceeds

Pv proceeds

 

1

0,926

400.000

370.400

 

2

0,857

400.000

342.800

 

3

0,794

200.000

158.800

 

4

0,735

100.000

73.500

Total PV

945.500

Net investmen

800.000

NPV

145.500

Discount rate 15 %

N

Df

Proceeds

Pv proceeds

 

1

0,870

400.000

348.000

 

2

0,756

400.000

305.400

 

3

0,658

200.000

131.600

 

4

0,572

100.000

57.200

Total PV

839.200

Net investmen

800.000

NPV

39.200

Disecount rate 18 %

N

Df

Proceeds

Pv proceeds

 

1

0,847

400.000

338.800

 

2

0,718

400.000

287.200

 

3

0,609

200.000

121.800

 

4

0,516

100.000

51.600

Total PV

799.400

Net investmen

800.000

NPV

- (600)

Disecount rate 17 %

N

Df

Proceeds

Pv proceeds

 

1

0,855

400.000

342.000

 

2

0,731

400.000

292.400

 

3

0,624

200.000

124.800

 

4

0,534

100.000

53.400

Total PV

812.600

Net investmen

800.000

Npv

12.600

Dari hasil perhitungan diatas discount rate yang dicari terletak antara 17 % dan 18 %

Untuk menentukan discount rate yang tepat, dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut:

                17 % =      812.600

                18 % =      799.400

Perbedaan 1 %  =         13.200

Pada r =17 % pv proceeds  =      812.600

                   net investmen =      800.000

                        perbedaan =        12600

Presentase perbedaan =

                        12.600

                        ———— x 1 % = 0,95 %

                        13.200

 r yang dicari     = 17 % + 0,95 % = 17,95 %

        irr             = 17,95 %

Proyek b ( 18 %, 16 % , 15 %)

Disecount rate 18 %

N

Df

Proceeds

Pv proceeds

 

1

0.847

100.000

84.700

 

2

0.718

200.000

143.600

 

3

0.609

200.000

121.800

 

4

0.516

200.000

103.200

 

5

0.437

300.000

131.100

 

6

0.370

400.000

148.000

Total PV

732.400

Net investmen

800.000

NPV

(67.600)

Disecount rate 16 %

N

Df

Proceeds

Pv proceeds

 

1

0.862

100.000

86.200

 

2

0.743

200.000

148.000

 

3

0.641

200.000

128.200

 

4

0.552

200.000

110.400

 

5

0.476

300.000

142.800

 

6

0.410

400.000

164.000

Total pv

780.000

Net investmen

800.000

Npv

(19.800)

Disecount rate 15 %

N

Df

Proceeds

Pv proceeds

 

1

0.870

100.000

87.000

 

2

0.756

200.000

151.200

 

3

0.658

200.000

131.600

 

4

0.572

200.000

114.400

 

5

0.497

300.000

149.100

 

6

0.432

400.000

172.800

Total PV

806.100

Net investmen

800.000

NPV

6.100

R yang dicari terletak antara 15 dan 16 %

Untuk menentukan discount rate yang tepat, dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut:

                15 % =      806.100

                16 % =      780.200

Perbedaan 1 %  =         25.900

Pada r =15 % pv proceeds  =      806.100

                   net investmen =      800.000

                perbedaan         =          6.100

Presentase perbedaan =

                        6.100

                        ———— x 1 % = 0,24 %

                        25.900

 r yang dicari     = 15 % + 0,24 % = 15,24 %

        IRR            = 15,24 %

Dari hasil perhitungan ini, baik proyek A maupun B dapat diterima karena IRR lebih besar dari cost of capitalnya (8%)

Pertimbangan :

NPV

Proyek B dan Proyek A

sama-sama diterima   NPV +

                                b/c ratio .> 1

IRR

Proyek B   dan Proyek A

sama-sama diterima NPV +

                               b/c ratio > 1

                               dan IRR > cost of capital

Pay Back Period methode

Metode Pay Back mengabaikan konsep Time Value of Money, sehingga cash flows tidak dikaitkan dengan discount rate tertentu.

Inti dari konsep ini adalah  menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi seperti semula, melalui proceds yang dihasilkan dalam setiap tahun

Keburukan dari methode ini ialah mengabaikan besarnya proceeds setelah periode pay back.

Misal :

Dana proyek A dan B merupakan investasi sebesar 10.000.000 (masing-masing proyek)

Berdasarkan perhitungan pola cash inflows, diharapkan seperti berikut :

Tahun

Cash inflows

 

Proyek a

Proyek b

1

5.000.000

3.000.000

2

5.000.000

4.000.000

3

1.000.000

3.000.000

4

100.000

4.000.000

5

100.000

3.000.000

Dari data di atas, maka pay back period dapat dihitung

Proyek A = 2 tahun

Proyek B = 3 tahun

Proyek yang diterima adalah yang menghasilkan periode pay back yang terpendek yaitu proyek A. Tetapi kelemahan konsep ini terlihat, yaitu proceeds setelah periode tersebut kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan proyek B.

 

Average Rate of Return method

Average Rate of Return methode dapat dihitung dengan cara :

                                          Earning After Taxes

Average rate of return =—————————————-

                                          Average Investmen

                                      Total Investment

Average Investmen =  ———————————–

                                                2

Misal :

Dua alternatif proyek A dan B

Investasi proyek A      =      600.000 usia investasi 6 thn

Investasi proyek B      =      720.000 usia investasi 6 thn

Profit after taxes + depresiasi untuk proyek a dan b diperkirakan sebagai berikut :

Tahun

Proyek a

Proyek b

1

200.000

450.000

2

200.000

220.000

3

200.000

200.000

4

200.000

130.000

5

200.000

130.000

6

200.000

130.000

Proyek mana yang dipilih berdasarkan Average Rate of Return ?

Pemecahan:

Depresiasi untuk proyek A   = 600.000  = Rp. 100.000,-

                                                         6            

                          proyek B  = 720.000 = Rp. 120.000,-

                                                        6

Earning After Taxes untuk Proyek A dan B adalah :

 

 

Proyek A

Proyek B

Net investment

600.000

720.000

Average investment

300.000

360.000

 

Tahun

Eat Proyek A

Eat Proyek B

1

100.000

330.000

2

100.000

100.000

3

100.000

80.000

4

100.000

10.000

5

100.000

10.000

6

100.000

10.000

Total

600.000 : 6

540.000 : 6

Average eat

100.000

90.000

Average rate of return

100.000

———— = 33,33 %

300.000

 90.000

———— = 25 %

360.000

 

 

 

Dari pembahasan mengenai capital budgeting dapat diambil beberapa kesimpulan :

  • Teknik Capital Budgeting yang menggunakan Average Rate of Return atau Pay Back Period merupakan teknik yang bersifat Unsophis Ticated (sederhana) untuk mengevaluasi  sejauh mana suatu capital projects itu menarik.
  • Sedangkan teknik Capital Budgeting yang mempertimbangkan Time Value of Money, merupakan teknik yang rumit yaitu Net Present Value methode, mengukur perbedaan nilai sekarang dari inflow dan initial investment. Di samping itu juga mengukur present value dan cash outflow agar dapat menentukan sejauhmana suatu proyek dapat diterima.
  • Pendekatan NPV dan IRR erat kaitannya dengan Cost of Capital karena Cost of Capital dalam suatu proyek menurut pertimbangan IRR hanya dapat diterima jika IRR lebih besar dari Cost of Capital proyek tersebut. Demikian pula dalam menghitung NPV, dicount rate yang digunakan adalah sebesar Cost of Capital proyek itu
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: